Fenomena Baru Globalisasi: Pandemi Corona dan Dampaknya terhadap Interaksi Sosial Masyarakat Indonesia
Globalisasi
merupakan suatu hal yang harus dihadapi oleh setiap negara, termasuk Indonesia.
Globalisasi telah membuka batas dunia terhadap adanya arus yang dapat memberi
pengaruh berbagai aspek seperti ekonomi, sosial, kesehatan, budaya, dan
politik. Hal ini menjadi sebuah tantangan bagi setiap negara dalam
menghadapinya.
Virus Covid-19 atau lebih dikenal dengan virus
corona telah menyebar ke berbagai penjuru dunia, tidak terkecuali Indonesia.
Virus yang kabarnya berasal dari daerah Wuhan, Tiongkok ini telah menjadi
perhatian khusus masyarakat Indonesia sejak awal Maret lalu. Dengan adanya pandemi
ini, sedikit banyak telah mengubah kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk
kehidupan sosialnya. Pandemi Covid-19
ini juga menunjukkan bahwa globalisasi terjadi pada berbagai lini kehidupan
manusia, termasuk di bidang kesehatan. Pandemi ini juga sangat jelas
menunjukkan bahwa globalisasi tidak hanya memberikan pengaruh positif tetapi
juga memiliki dampak negatif. Dengan adanya globalisasi, suatu hal yang negatif
seperti penyakit pun dapat menyebar ke berbagai dunia. Penyakit yang telah
menyebar ke seluruh dunia ini juga memberikan efek terhadap interaksi sosial
yang terjadi di tengah masyarakat.
GLOBALISASI
Secara leksikal, globalisasi terdiri dari kata global dan isasi. Menurut KBBI, global memiliki arti secara umum dan keseluruhan, sedangkan sufiks “isasi” menunjukkan proses dari kata global itu sendiri. Globalisasi yang didefinisikan oleh Nayef Al-Rodhan merupakan suatu metode yang mencakup sebab, orientasi, dan konskekuensi dari integrasi lintas nasional dan lintas budaya pada aktivitas manusia dan aktivitas non-manusia. Globalisasi memiliki karakteristik adanya perubahan besar yang terjadi pada berbagai bidang di kehidupan manusia (Babones, 2010).
INTERAKSI SOSIAL
Interaksi sosial merupakan sebuah keadaan dimana seseorang
melakukan aksi atau tindakan dan juga melakukan reaksi dalam berhubungan dengan
orang lain (Macionis 2017: 184). Ritzer mengutip Simmel dalam bukunya
mendefinisikan interaksi sosial dengan menyangkutkan hubungan antara individu
dengan individu, antara kelompok dengan kelompok, maupun antara individu dengan
kelompok. Suatu interaksi sosial dapat terjadi jika terdapat dua unsur
didalamnya yakni adanya kontak sosial dan terjadinya komunikasi. Dua hal
tersebut yang menandakan adanya interaksi sosial baik antar individu, antar
kelompok, maupun antara individu dengan kelompok.
ISTILAH DALAM EPIDEMIOLOGI DAN COVID-19
Pandemi Covid-19 dikatakan
sebagai sebuah zoonosis atau penyakit
yang berasal dari hewan. Terjadinya perpindahan virus dari tubuh hewan ke
manusia itulah yang menyebabkan terjadinya wabah penyakit (Racaniello, 2016). Mengutip dari The Conversation.com,
ahli epidemiologi dari Texas A&M University, Rebecca S. B. Fischer
mengatakan bahwa proses pembabakan dalam penyebaran penyakit dibagi menjadi
tiga berdasarkan skala persebarannya, yaitu wabah, epidemi, dan pandemi. Wabah
merupakan skala terkecil dimana terjadi peningkatan jumlah kasus yang cukup
signifikan, meskipun kecil namun sudah melebihi dari apa yang diperkirakan.
Yang kedua adalah epidemi. Epidemi secara sederhana dapat didefinisikan sebagai
sebuah wabah yang telah menyebar pada suatu area geografis yang lebih luas.
Level terakhir dari penyebaran suatu penyakit ini adalah pandemi. Pandemi
terjadi saat penyebaran penyakit sudah melebar ke seluruh dunia dan sudah sulit
untuk dikendalikan. Sebagai ilustrasi dari ketiga babak dari penyebaran
penyakit di atas, saat Covid-19 hanya
terjadi di Wuhan, Tiongkok itu adalah sebuah wabah. Lalu Covid-19 menyebar ke seluruh penjuru Tiongkok sehingga disebut menjadi
epidemi. Terakhir, saat kasus Covid-19 telah
menyebar ke hampir seluruh penjuru dunia dan sulit untuk dikendalikan
penyebarannya, maka itu disebut sebagai sebuah pandemi.
KEADAAN UMUM DI
INDONESIA PASCA ADANYA PANDEMI COVID-19
Setelah
diumukan kasus 01 pasien Covid-19
pada 2 Maret 2020 lalu, kehidupan sosial masyarakat Indonesia perlahan-lahan
terlihat mulai berubah. Mulai dari lalu lintas yang menjadi lebih lengang
dikarenakan adanya kebijakan Work from
Home bagi para pekerja sehingga mengurangi kepadatan di lalu lintas.
Terlihat juga terjadi penurunan pengguna KRL Commuter Line karena kebijakan WFH dan munculnya ketakutan pada
masyarakat untuk tertular virus Covid-19
ini. Terlebih saat penyebaran semakin luas, pemerintah Indonesia menerapkan
kebijakan “Pembatasan Sosial Berskala Besar” atau dikenal dengan sebutan PSBB.
PSBB ini merupakan peraturan yang dicetuskan oleh Kementerian Kesehatan yang
bertujuan untuk mempercepat penanganan Covid-19
yang mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020. Dengan adanya
PSBB ini, terjadi peliburan tempat pendidikan, dibatasinya kegiatan keagamaan,
sosial, budaya, dan segala kegiatan yang berada di tempat umum, serta
pembatasan transportasi baik publik maupun pribadi.
INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT INDONESIA DI MASA
PANDEMI COVID-19
Syarat
untuk dapat terjadinya interaksi sosial ialah adanya kontak sosial dan juga
adanya komunikasi. Kontak sosial dapat terbagi dua yakni kontak secara primer
dan kontak secara sekunder. Kontak primer ialah sebuah kontak langsung dimana
terjadi kontak sosial tanpa adanya perantara, sedangkan kontak sekunder ialah
kontak sosial yang terjadi dengan adanya media sebagai perantara.
Dengan
adanya pandemi Covid-19, kontak
sosial yang biasanya dilakukan baik dengan kontak primer maupun sekunder
berubah menjadi sangat cenderung sekunder. Seperti yang telah dijelaskan di
atas, kontak sekunder terjadi apabila kontak sosial dilakukan dengan adanya
media perantara. Selama pandemi ini berlangsung, telah terjadi pembatasan
interaksi sosial secara langsung dengan tujuan untuk menghindari atau memutus
rantai persebaran virus Covid-19.
Banyak aktivitas masyarakat Indonesia yang biasanya dilakukan secara kontak
langsung di masa ini berubah menjadi sekunder, yakni dengan bantuan media untuk
konferensi video seperti; aktivitas belajar, rapat pegawai, seminar, dan
lain-lain. Selain itu, interaksi yang terjadi pada keluarga saat lebaran pun
dilakukan dengan cara daring. Bukan hanya sekadar untuk mengobrol dan bertatap
muka, prosesi pemberian angpau saat lebaran pun dilakukan dengan bantuan Fintech seperti dengan cara transfer
saldo Go-Pay, OVO, DANA, dan berbagai
Fintech lainnya.
Pandemi Covid-19 ini juga meningkatkan rasa
simpati pada setiap masyarakat. Simpati sendiri merupakan sebuah faktor yang
mendukung terjadinya interaksi sosial. Meningkatnya rasa simpati yang ada di
masyarakat ditunjukkan dengan maraknya gerakan untuk saling berbagi dan saling
membantu di tengah masyarakat Indonesia. Bentuk simpati tersebut diantaranya
seperti orang yang memesan makanan melalui aplikasi daring namun setelah
makanan tersebut dipesan, orang yang memesan tersebut memberi tahu bahwa
makanan tersebut untuk dibagikan kepada kurir pemesanan daring tersebut. Hal
ini menunjukkan dengan adanya rasa simpati dapat meningkatkan proses interaksi
yang ada di masyarakat.
PENUTUP
Globalisasi merupakan sebuah
keniscayaan yang terjadi dan harus dihadapi oleh setiap masyarakat. Dengan
melihat fenomena globalisasi yang sedang terjadi, pandemi Covid-19, dapat disimpulkan bahwa dampak globalisasi terhadap
segala lini kehidupan masyarakat sangatlah signifikan. Banyak sekali perubahan
yang telah terjadi selama adanya pandemi Covid-19
di dunia, khususnya Indonesia. Banyaknya perubahan yang terjadi pun memiliki
nilai yang beragam ada yang bersifat positif, ada juga yang bersifat negatif.
Semua hal tersebut tergantung bagaimana cara masyarakat menyikapinya.
Interaksi sosial yang terjadi selama
masa pandemi ini cukup banyak berubah. Berubahnya cara interaksi kebanyakan
aktivitas yang dilakukan masyarakat terjadi secara tiba-tiba sehingga masih
banyak masyarakat dan segala sistem pendukungnya yang belum memadai. Oleh
karena itu, segala dampak yang terjadi akibat adanya pandemi Covid-19 di Indonesia ini, baik dampak
positif maupun negatif, dapat dijadikan sebagai sebuah pembelajaran yang mana
dampak positif dari adanya globalisasi ini untuk dipertahankan dan
dikembangkan, sedangkan dampak negatif yang terjadi dapat dipelajari guna
menjadi manfaat di masa yang akan datang.
Komentar
Posting Komentar